Jumat, 12 Maret 2010

Renungan 165: Berbagi Kebahagiaan di Lapas Wanita Tangerang

tino setya

Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Koordinator Daerah Kota Tangerang mengadakan kegiatan Renungan 165 di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Tangerang, Banten, Jumat (5/2).

Kehadiran dan keberadaan LP di Tangerang tidak terlepas dari aspek visi dan misi Pengelola LP yaitu terciptanya warga binaan yang lebih siap baik secara emosional dan spiritual. Tujuan diadakannya Renungan 165 agar para warga binaan LP Wanita tersentuh hatinya melalui sebuah kegiatan yang bersifat interaktif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi warga binaan untuk dapat lebih mendekatkan dan mangabdikan diri kepada Allah SWT. Diharapkan kelak dapat terwujudnya sinergi antara ESQ dengan pihak pengelola LP Wanita Tangerang.

Renungan 165 diisi berbagai kegiatan di antaranya; pembacaan Surat Al-Fatihah sebagai pembukaan dan penutupan kegiatan, melakukan 3 S (senyum simetris, salam semut, dan sahabat sejati), sosialisasi 7 Budi Utama (jujur, tanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli), dzikir bersama, pembacaan Asmaul Husna, dan tausiyah oleh Ustadz Diaz Genaldi.

Ustadz Diaz Genaldi memberikan tausiah kepada sekitar 150 warga binaan yang hadir. Dalam tausiyahnya ia mengajak warga binaan merenungi betapa pentingnya Al-Quran sebagai pedoman hidup. Ia juga mengajak untuk bersikap dan berhati lemah lembut, memaafkan orang lain yang berbuat salah, dan juga mendoakan orang lain.

Semuanya sudah terkandung di dalam Al-Quran. Ia mengatakan, “Perintah Allah bukan hanya shalat tetapi juga membaca Al Quran.”

QS. Al-Alaq (96):1-5, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Salah satu warga binaan, Nabila Nur Fadilah mengatakan, Renungan 165 membuatnya lebih tahu dan menambah keyakinan kepada Allah dan akan berusaha berbuat lebih baik lagi. Ia berharap, “Semoga semakin mendekatkan diri kepada Allah dan tidak ada rasa putus asa lagi.”

Aliyah Rosmiati yang juga salah satu warga binaan, berharap tidak hanya siraman rohani saja yang diberikan, tetapi juga program-program keterampilan untuk pencerahan. Ia mengungkapkan, “ESQ memberikan program-program pembinaan katerampilan agar setelah bebas nanti dapat mempunyai kemampuan khusus, seperti berlatih menjadi pembawa acara.”

Aksi sosial seperti Renungan 165 ini tidak lepas dari peran aktif Ratu Suharyati selaku Korda Kota Tangerang Bidang Pengembangan Spiritual. Ia menginginkan disisa umur hidupnya dapat bermanfaat bagi lingkungan. Setelah mengikuti training ESQ dan aktif di Korda Kota Tangerang dirinya dapat melakukan total action dengan membantu orang-orang yang membutuhkan. Dirinya ingin berbagi kebahagiaan dan sudah menganggap warga binaan sebagai anak-anak spiritualnya.

Korda Kota Tangerang sudah melaksanakan Renungan 165 sejak Oktober 2008. Sebelumnya LP Wanita Tangerang pernah mengadakan inhouse training ESQ tingkat dasar. Kini para warga binaan mendambakan training ESQ diadakan kembali. Tentu saja hal ini sangat dinantikan, karena training ESQ dapat menambah pemahaman kita mengenai agama.

Warga binaan berharap, Renungan 165 tidak hanya diadakan sekali dalam dua minggu di hari Jumat, tetapi juga dapat diadakan setiap minggunya di hari Jumat. Berharap juga ada acara yang membahas khusus mempelajari mengenai fiqih, akidah, akhlak, dan membaca Al Quran.

Sementara itu di waktu yang sama, Korda Kota Tangerang juga aktif mengadakan Renungan 165 di LP Anak Wanita Tangerang yang diadakan sekali dalam dua minggu di hari Jumat. Renungan 165 di LP Anak Wanita dibawakan langsung oleh Ustadzah, Nur Hasanah yang juga sebagai perintis aksi sosial di LP Wanita Tangerang dan LP Anak Wanita Tangerang. (tino)